Bayi yang Lahir dengan HIV

Fakta yang Harus Diketahui Tentang Bayi yang Lahir dengan HIV

Bayi yang Lahir dengan HIV

HIV- Human Immunodeficiency Virus yang menyebabkan AIDS adalah salah satu virus mematikan yang masih belum ditemukan obatnya. Meskipun orang dapat hidup dengan HIV sepanjang hidup mereka dan tidak mendapatkan AIDS, ancaman kematian akibat AIDS atau penyakit lain selalu menghantui. Jutaan orang telah meninggal karena AIDS dan meskipun laju transmisinya telah menurun karena peningkatan kesadaran dan intervensi oleh pemerintah dan organisasi kesehatan, orang masih bisa terus sekarat dalam AIDS. Yang paling memilukan hati dalam skenario ini adalah banyaknya bayi yang lahir dengan HIV. Hal ini bukan karena kesalahan mereka, mereka datang ke dunia ini membawa virus mematikan dan masa depan yang tidak pasti. Hal ini menyedihkan karena kebanyakan dari mereka akan segera menjadi yatim piatu karena orang tua mereka juga telah terinfeksi. Berikut adalah beberapa fakta tentang bayi yang lahir dengan HIV.

1. Transmisi sebelum kelahiran adalah cara yang paling umum dari infeksi HIV pada bayi

Penularan perinatal HIV dari ibu ke anak terjadi ketika seorang ibu hamil, selama persalinan atau selama menyusui. Jika ibu berada di bawah terapi anti retroviral dan melakukan perawatan yang tepat selama kehamilan dan setelah kehamilan, transmisi ini dapat dicegah.

2. Ada setidaknya 200 bayi yang lahir dengan HIV di setiap negara

Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang memiliki peringkat terendah atas bayi yang lahir dengan HIV. Insiden bayi yang lahir dengan HIV cukup tinggi di negara-negara sub-Sahara dan beberapa negara di bagian Asia Selatan.

3. Ada obat yang dapat melakukan pencegahan infeksi HIV yang bisa ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan

Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV harus menerima obat Zidovudine selama 6 minggu setelah kelahiran mereka untuk mencegah infeksi dan penularan virus dari ibu ke anak.

4. Sebuah tes virologi biasanya dilakukan secara berkala untuk bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV

Disarankan bahwa tes virologi dilakukan secara berkala untuk bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV. Tes virologi ini akan langsung mencari virus dalam darah. Tindakan ini pertama kali dilakukan antara 14 dan 21 hari, maka antara bulan pertama dan kedua dan kemudian ketika bayi berusia 4-6 bulan.

5. Dua tes simultan harus negatif atau positif untuk menentukan infeksi HIV pada bayi

Dua tes diambil pada 1-2 bulan pertama dan kemudian pada usia 4-6 bulan harus negatif dimana ini berarti bahwa infeksi HIV belum terjadi. Demikian pula jika tes positif maka ini berarti bahwa bayi telah terinfeksi virus HIV.

6. Wanita dengan HIV dilarang menyusui anak-anak mereka

Karena HIV dapat ditularkan melalui ASI, perempuan yang terinfeksi HIV dilarang menyusui anak-anak mereka di Amerika Serikat. Susu Formula merupakan alternatif terbaik dalam kasus tersebut.

7. Jika bayi ditemukan terinfeksi setelah tes, obat-obatan harus diubah

Jika bayi ditemukan telah terinfeksi HIV, maka obat-obatan harus diubah. Zidovudine harus dihentikan dan diganti dengan obat-obatan HIV sehingga bayi dapat menjalani hidup sehat.

Perawatan yang tepat harus diambil selama kehamilan dan setelah kehamilan untuk memastikan bahwa bayi tidak terinfeksi dengan virus HIV. Dengan obat baru yang tersedia, maka infeksi perinatal pada bayi bisa dicegah.

Sumber: Magforwomen

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Please follow and like us:
20
Tagged , , , , . Bookmark the permalink.