Beberapa Prediktor Perceraian

Mengetahui Beberapa Prediktor Perceraian

Beberapa Prediktor Perceraian

Tidak pernah ada alasan bagi orang untuk bercerai. Orang-orang bercerai sepanjang waktu dan tingkat perceraian meningkat setiap hari dan tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Sebuah perceraian bisa terjadi karena banyak alasan dan itu bisa terjadi dengan kesepakatan bersama atau terjadi perceraian sengit yang melibatkan pembagian aset dan hak asuh anak. Meskipun orang mencoba untuk tidak bercerai, ada beberapa kejadian dalam pernikahan ketika seseorang dapat mengetahui bahwa perceraian akan datang. Kejadian atau perasaan ini bisa jadi merupakan prediktor perceraian dan jika ada yang berhati-hati, ini dapat dihindari. Mengetahui saja tidak cukup, jika Anda benar-benar perlu menghindari perceraian, Anda juga harus benar-benar mulai melakukan sesuatu pada pernikahan Anda. Berikut adalah beberapa prediktor perceraian.

1. Menghindari konflik

Ketika pasangan tidak lagi ingin bertengkar habis-habisan, baik untuk menyelamatkan pernikahan atau untuk menjernihkan isu-isu tertentu yang mengganggu pernikahan; itu adalah prediktor yang jelas mengenai perceraian. Ini berarti bahwa salah satu dari dua pihak atau kedua pihak telah kehilangan minat dalam pernikahan dan tidak ingin berbuat banyak untuk memperbaiki pernikahan mereka lagi.  Konflik diperlukan dalam hubungan pernikahan karena ini akan memperkuat hubungan pernikahan di antara kedua belah pihak.

2. Permainan saling menyalahkan

Terus-menerus menyalahkan orang lain untuk semua kesalahan dalam pernikahan dan segala sesuatu yang tidak sesuai dalam pernikahan juga bisa menjadi prediktor cerai. Tidak hanya beberapa orang yang saling menyalahkan, tetapi mereka juga mengambil dukungan dari orang-orang di luar pernikahan mereka yang dapat membuat situasi semakin buruk. Permainan saling menyalahkan tidak pernah baik dalam hubungan apapun dan termasuk hal terburuk yang dapat Anda lakukan dalam sebuah pernikahan.

3. Sebuah respon yang biasa untuk perselingkuhan

Ada pasangan yang memiliki hubungan yang terbuka di mana perselingkuhan merupakan sesuatu yang dikecam dan tidak diundang. Tapi ketika perselingkuhan terjadi dan keduanya tidak merespon dalam kemarahan atau cara lainnya, itu menunjukkan bahwa ikatan pernikahan sedang runtuh dengan tak satu pun dari pasangan yang ingin menyelamatkannya dengan cara apapun.

4. Adanya ego yang bertabrakan dan pertengkaran yang non stop

Merupakan hal yang sehat untuk memiliki ego, tapi kadang-kadang, pernikahan tidak dapat bertahan dengan adanya dua individu yang egois. Bentrokan ego yang terus bermunculan secara teratur dan pertengkaran yang non stop merupakan hal-hal yang juga merupakan alasan untuk perceraian. Kedua belah pihak harus saling memahami atau salah satu pihak harus mengalah untuk menghindari perceraian yang tidak diinginkan.

5. Kehilangan kepercayaan dan merasa terhina

Sebuah pengikisan kepercayaan dengan lambat, cinta dan terbangunnya rasa penghinaan selama jangka waktu yang panjang juga merupakan prediktor perceraian. Hal ini jelas tidak mudah bagi siapa saja untuk hidup dengan orang lain dan berbagi hampir mengenai segalanya. Pernikahan adalah sebuah institusi dan hubungan yang membutuhkan banyak kesabaran dan pengorbanan. Ketika tidak ada kecenderungan terhadap pengorbanan dan kesabaran, maka ini merupakan tanda bahaya dalam pernikahan yang akan berujung pada perceraian.

Banyak pemikiran yang harus dipikirkan dalam sebuah pernikahan. Semua akan menjadi lebih baik jika semua pemikiran yang telah Anda pikirkan terjadi sebelum pernikahan. Berpikir dan memiliki kesabaran yang dengan hati yang luas tidak hanya akan membiarkan Anda melihat prediktor perceraian tetapi juga menyelamatkan Anda dari perceraian yang tidak diinginkan.

Sumber: Magforwomen

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Please follow and like us:
20
Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.