Cara Berhenti Menunda-nunda

Cara Berhenti Menunda-nunda

Cara Berhenti Menunda-nunda

Cara berhenti menunda-nunda – Sebuah bagian menarik di Wall Street Journal mengutip karya peneliti Timothy Pychyl dari Carleton University dan Joseph Ferrari di DePaul University yang di antaranya menemukan bahwa 20 persen orang dewasa di negara ini menganggap mereka adalah seorang penunda kronis dan hampir 70 persen di antaranya adalah mahasiswa perguruan tinggi.

Emosi yang negatif menggagalkan kemampuan Anda untuk menyelesaikan sesuatu, karena dihadapkan dengan hal yang ingin Anda lakukan. Ini merupakan alasan untuk menggunakan teknik manajemen waktu bagi penunda paling kronis : karena rasa ingin menunda lebih besar daripada mengerjakan hal tersebut dengan baik, yang hampir dilakukan pada semua hal. Pergeseran pemikiran dan suasana hati Anda dapat mempengaruhi sehingga Anda cenderung untuk menunda hal-hal yang seharusnya Anda lakukan.

Perbaiki Kebiasaan Suka Menunda

Berikut ini adalah cara untuk mulai mengarahkan energi Anda utuk memperbaiki suasana hati anda, kegiatan yang bertujuan untuk menghilangkan penundaan dan membawa diri Anda kembali pada apa yang harus dilakukan.

  • Temukan akar penyebabnya

Pertama Anda harus memahami dan mengidentifikasi apa yang Anda ingin lakukan dan apa yang menahan Anda untuk melakukannya. Untuk kebanyakan orang, perfeksionisme perlu disalahkan karena ketika memegang standar yang tinggi, apa pun yang Ingin Anda capai pasti akan jatuh dengan cepat. Jadi, sesuaikan standar dengan apa yang ingin Anda capai.

  • Jangan Menghindar

Jika suasana hati Anda sedang tidak baik pada saat pengambilan keputusan, Pychyl mengatakan dalam artikel Wall Street Journal, pulihkan suasana hati Anda terlebih dahulu. Katakan kepada diri sendiri untuk melakukan sesuatu, apa saja akan menghasilkan hasil yang baik di kemudian hari. Anggap saja seperti menunda hal-hal menyenangkan.

  • Keyakinan di Bawah Kesadaran

Anda hampir tidak menyadarinya karena hal tersebut tenggelam di bawah permukaan kesadaran. Anda cenderung tidak menyadari bagaimana keyakinan diri bisa mempengaruhi pemikiran Anda. Salah satu contohnya adalah “Aku harus mendapatkan semuanya dengan sempurna”. Hal ini akan menghambat kemajuan Anda dan membuat Anda terjebak karena Anda menginginkan segala hal yang Anda lakukan berjalan dengan baik. Begitu juga dengan kata-kata “aku tidak akan pernah” atau “aku seharusnya”.

  • Ubahlah cara berpikir Anda

Cara Anda memandang situasi akan menentukan bagaimana Anda menanggapi hal tersebut dan apa yang akan Anda lakukan pada akhirnya. Jika Anda berpikir, “Proyek ini terlalu berat. Aku tidak akan pernah bisa menyelesaikannya,” Anda akan membuat aspek yang lebih menantang tidak dikerjakan dengan baik dan memberikan hasil akhir yang buruk, hal ini bisa menghentikan motivasi Anda. Katakanlah ini sebagai gantinya: “Ini adalah tantangan tapi bisa diselesaikan dan hasil akhir yang didapatkan sebanding dengan usaha yang dikerahkan”.

Jika Anda berpikir, “Aku tidak akan pernah bisa melakukan ini,” atau “Aku tidak akan pernah berhasil dalam hal ini,”  maka Anda adalah seorang yang tidak percaya diri. Karena Anda tidak percaya bahwa Anda mampu melakukannya, dan Anda mengatakan kepada diri sendiri bahwa Anda takut hal tersebut menjadi realitas Anda. Katakanlah ini sebagai gantinya: “Apa yang akan saya capai mungkin tidak mudah. Tapi siapa yang bisa melakukannya lebih baik dari saya?”.

Jika Anda berpikir, “Apapun yang saya lakukan tidak pernah berhasil,” atau “Kegagalan selalu terjadi,” maka Anda dapat melihat mengapa Anda tidak pernah mencoba atau melakukan apapun. Katakanlah ini sebagai gantinya: “Saya tahu apa yang sudah terjadi di masa lalu, tapi saya tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Tidak ada yang telah ditentukan. Kita tidak tahu apa yang kita mampu lakukan!”

  • Pikirkan Kembali

Usaha yang telah dikerahkan untuk melakukan hal yang sulit sekarang tidak ada artinya jika dibandingkan dengan rasa penyesalan yang Anda rasakan karena tidak mencoba. Tanyakan pada diri Anda, kehilangan seperti apa yang akan terjadi jika Anda tidak melakukan apa-apa? Bagaimana hidup Anda, karir Anda, hubungan Anda menjadi hancur sebagai akibat karena Anda tidak bertindak apapun?

Sumber: Huffingtonpost

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Please follow and like us:
20
Tagged , , , . Bookmark the permalink.