Cara Untuk Melepaskan Diri Dari Konflik

Cara Untuk Melepaskan Diri Dari Konflik

Cara Untuk Melepaskan Diri Dari Konflik

Dari tim olahraga, partai politik, pernikahan, hingga aborsi, konflik dan perbedaan pendapat adalah hal yang berlimpah di masyarakat kita sendiri dan ini terjadi di seluruh dunia. Jadi, bagaimana seseorang bisa melepaskan diri dari perselisihan? Berikut adalah beberapa langkah sederhana sebagai cara untuk melepaskan diri dari konflik yang  bisa kita lakukan.

  1. Melepaskan kebutuhan untuk memberikan kata terakhir

Ini sebenarnya merupakan tindakan pelestarian. Berdiam diri tidak membuktikan bahwa Anda benar daripada memiliki kata terakhir. Itu tidak memperkuat kasus Anda. Ini, pada kenyataannya, hanya membuat Anda penuh dengan lebih banyak hal yang negatif.

Konflik adalah hal yang menular; naluri manusia “melawan atau lari” muncul, dan seringkali hal-hal yang dikatakan dalam amarah adalah hal yang tidak benar-benar diperlukan. Dengan menolak keinginan ego untuk memiliki kata terakhir, kita sebenarnya membelokkan hal negatif dan menghormati diri kita sendiri. Kita juga, pada gilirannya, melatih ego untuk lebih mengontrol reaksi insting kita.

  1. Menghormati pendapat orang lain

Dengan membiarkan orang lain untuk memiliki pendapat secara terpisah dari Anda, atau bahkan berlawanan dari Anda, itu adalah hal yang bebas. Seringkali itu tidak terasa seperti itu, pada saat itu, dan sudut pandang orang lain dapat membuat marah atau membangkitkan emosi lainnya di dalam diri Anda.

Ini mendorong kebutuhan putus asa untuk berdebat dengan seseorang. Tidak peduli seberapa wajar pendekatan dan penyampaian Anda dari sudut pandang tertentu, masih akan ada jutaan orang yang melihat dunia secara berbeda.

Tidak ada yang bisa merubah hal itu. Jadi dengan berlatih dan menghormati bahwa pendapat itu ada sebagai entitas yang terpisah dari diri Anda sendiri, Anda secara alami melepaskan diri dari konflik. Anda tentu menyadari itu bukan peran Anda untuk berdebat, melainkan untuk memperkuat pendapat dan sudut pandang Anda sendiri dan hidup dengan kebenaran Anda.

  1. Haluskan wajah Anda

Kedengarannya begitu sederhana, taktik yang sangat tidak berguna, tapi ini akan membuat Anda merasa lebih baik. Ini akan memadamkan hal negatif lebih daripada yang Anda sadari. Dengan menolak bahasa tubuh, ekspresi wajah dan perilaku okular (seperti memutar mata, menyipitkan mata dengan cara yang meremehkan, dan menutup mata dalam waktu lama untuk menunjukkan sindiran frustrasi). Dengan menjaga wajah Anda tetap pasif, Anda tidak hanya terganggu oleh upaya yang diperlukan untuk mempertahankan ungkapan ini, tetapi Anda juga berlatih tindakan lain dari pemeliharaan diri.

Tindakan sadar ini mendorong kita untuk memilih kata-kata kita dengan lebih hati-hati. Melembutkan wajah dan buat upaya tulus untuk tidak menggunakan banyak kata-kata, selain kata-kata yang lebih tulus, sangat berharga dalam melepaskan diri dari konflik.

Konflik akan terjadi di dunia terlepas dari seberapa siap kita untuk itu. Tapi tidakkan ini merupakan ide yang baik untuk menjauh dari perselisihan dengan merasa tenang, percaya diri dan sabar, daripada gemetar, marah dan terobsesi akan semua yang telah dikatakan?

Kita adalah manusia, dan kita bisa merasa marah, itu adalah hal yang wajar. Tetapi jika kita dapat melakukan yang terbaik untuk menggunakan taktik seperti ini, kita menawarkan diri pelipur lara dari sisa ketidakterikatan kita dari hal negatif, dan itu adalah salah satu hadiah terbesar yang kita dapat tawarkan pada diri kita sendiri.

Sumber: Mindbodygreen

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Please follow and like us:
20
Tagged , , , , . Bookmark the permalink.