Cinta Yang Harus Ibu Ajarkan Kepada Putrinya

Pelajaran Tentang Cinta Yang Harus Ibu Ajarkan Kepada Putrinya

Ada beberapa hal tertentu yang hanya bisa diajarkan oleh seorang ibu. Berikut adalah 11 hal yang penting bagi para perempuan muda yang perlu diketahui tentang cinta dan bagaimana menjelaskan hal ini kepada mereka. Berbagai pelajaran tentang cinta yang harus Ibu ajarkan kepada putrinya.

Cinta yang Harus Ibu Ajarkan Kepada Putrinya

  1. Kamu tidak kekurangan apapun. Jess Weiner seorang guru yang mengajarkan harga diri dan kepercayaan diri, penulis Life Doesn’t Begin Five Pounds From Now mengatakan, “Percaya bahwa Anda tidak kekurangan apapun memiliki arti bahwa tidak ada yang perlu Anda ubah untuk bisa dicintai”. Ajarkan pada anak Anda bahwa siapa pun yang mengatakan hal sebaliknya adalah orang yang tidak tepat untuknya.
  2. Kamu tidak akan dihormati jika kamu tidak menghormati orang lain. Dan itu berlaku tidak hanya kepada orang lain, tetapi juga teman-teman dan keluarga. Inilah pentingnya mengajarkan anak rasa hormat sedari kecil. Ketika Anda memperlakukan diri dengan baik maka secara natural Anda pun akan tertarik pada seseorang yang melakukan hal yang sama.
  3. Tetaplah menjadi diri sendiri dalam suatu hubungan. “Jangan biarkan hubungan Anda menghentikan Anda dari menjalani kehidupan yang layak Anda dapatkan,” kata Weiner. Ingatkan anak Anda untuk menjaga minat mereka, teman dan waktu sendiri mereka.
  4. Tubuhmu membutuhkan kesenangan. Jika Anda tidak mengajarkan hal ini, siapa lagi? “Biasanya para ibu tidak memberikan penjelasan yang cukup mengenai hal ini,” kata Weiner. Berbicara positif tentang seks tidak akan mendorong anak melakukan pergaulan bebas, jelas Weiner.
  5. Dengarkan dengan cermat siapa pasangannya saat ini. “Jika Anda melihat seseorang yang tidak baik kepada orang lain, jangan membodohi diri sendiri dengan berpikir mereka akan bersikap berbeda kepada Anda,” kata Weiner.
  6. Tetap berada dalam hubungan dengan alasan yang tepat. Setiap ibu harus mengajar anak perempuan mereka cinta sejati adalah tentang kasih sayang, tidak mementingkan diri sendiri dan mengenai kemurahan hati. “Kesepian, menghidupkan kembali masa lalu, tekanan dari luar atau memiliki teman-teman yang sama bukanlah alasan untuk tetap bersama dengan seseorang,” kata seorang terapis pernikahan dan keluarga, Carin Goldstein.
  7. Ketahui apa yang kamu inginkan dan yakin pada hal itu. Terkadang suatu hubungan terlihat benar di permukaan, tetapi tidak di hati. Katakan padanya untuk memahami keinginannya dan menyampaikannya, sehingga ia dapat memperbaiki masalah atau berhenti. “Ia harus memiliki kesadaran diri yang kuat, tidak mencoba untuk menjadi apa yang orang lain inginkan,” kata Goldstein.
  8. Kenali keuntungan dari putus cinta. Hal yang wajar untuk merasakan sakit hati dan perpisahan bisa menjadi pelajaran bagi dirinya sendiri. “Tidak ada yang mengajarkan wanita lebih banyak tentang dirinya daripada kehilangan cinta,” kata Jaime Morrison Curtis, penulis Prudent Advice: Lessons for My Baby Daughter, A Life List for Every Woman. “Bagaimana ia menangani perpisahan pertamanya akan membuatnya belajar menerima, apa yang sebenarnya ia butuhkan,kapan dan bagaimana cara untuk melepaskan.
  9. Segala yang diraih setelah kamu kejar. Ajarkan anak Anda untuk tidak mengejar, cinta akan tiba ketika sudah siap. “Hati menginginkan apa yang diinginkannya, tetapi kita sering mengabaikannya karena tidak sabar,” kata Curtis. “Anjing lari ketika dikejar, begitu juga orang-orang. Setiap orang membutuhkan ruang untuk bernapas”. Mengejar setelah seseorang yang tidak ingin ditangkap dapat merusak martabat dan melukai peluangnya untuk menemukan pasangan. Bertindaklah bijaksana.
  10. Jika kamu menguji seseorang, mungkin saja ia mengecewakanmu. “Menguji adalah tanda bahwa Anda merasa tidak percaya,” kata Curtis. Kata kunci di sini adalah kepercayaan: Ajarkan anak Anda untuk percaya akan kekuatan hubungan yang dimiliki dan dirinya sendiri. Ingatkan bahwa kepercayaan diri akan membentuk hubungan yang sehat.
  11. Kebanyakan dongeng dibuat oleh manusia. Katakan pada putri Anda untuk tidak mengikuti model hidupnya seperti Cinderella. “Tidak ada masalah dalam menikmati dongeng, tapi lihatlah cerita tersebut sebagai kesempatan untuk mengajarkan anak Anda bahwa cinta sejati adalah sesuatu yang rumit dan datang dalam segala bentuk yang berbeda,” kata Curtis.

Sumber: womansday

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: