Fakta Tentang Gangguan Makan

Fakta Tentang Gangguan Makan “Eating Disorders”

Gangguan makan dapat mempengaruhi siapa saja; tidak hanya terjadi pada gadis atau perempuan yang masih muda saja. Eating disorders ini menjadi obsesi mental yang tidak masuk akal dengan membatasi asupan makanan demi mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Dengan banyaknya ikon di dunia model yang mengedepankan para modelnya yang bertubuh langsing, memberikan pemikiran yang salah pengertian pada anak-anak maupun orang dewasa bahwa semakin kurus semakin bagus. Padahal orang yang kurus ini belum tentu sehat. Gangguan makan apabila dibiarkan terus menerus dapat mengancam nyawa. Berikut beberapa fakta tentang gangguan makan yang dilansir oleh magforwoman yang harus diwaspadai.

Fakta Tentang Gangguan Makan

  • Selalu merasa gemuk

Orang yang memiliki masalah dengan gangguan makan ini selalu merasa dirinya gemuk. Walaupun berat badan mereka sudah turun dan terlihat tulang yang menonjol, orang-orang ini selalu berpikir masih ada lemak dan terus menerus mencoba untuk mengeluarkan makanan yang sudah dimakan. Dengan berpatokan pada gambaran tubuh yang diinginkan, mereka berpikir bahwa makanan adalah musuh utama mereka.

  • Anoreksia dan bulimia

Anoreksia dan bulimia tidaklah sama. Walaupun dua-duanya memiliki pandangan yang sama takut menjadi gemuk. Anoreksia merupakan gangguan makan yang dilakukan dengan mengurangi porsi makan; semakin lama semakin sedikit. Sementara penderita bulimia tidak mengurangi porsi makan tetapi tetap makan dengan porsi yang sama kemudian dikeluarkan lagi dengan cara dimuntahkan. Memiliki masalah terhadap gangguan makan ini bisa menjadi masalah yang serius dan membuat kesehatan menurun.

  • Bisa dari genetik

Beberapa gangguan makan bisa disebabkan dari faktor genetik atau dapat disebabkan juga karena stres, gaya hidup dan untuk mengatasi beberapa peristiwa traumatis dalam hidup. Bila diketahui apa penyebab dari gangguan makan, maka akan lebih menemukan pengobatan yang tepat untuk mengatasinya.

  • Angka kematian tinggi

Dari semua penyakit mental, gangguan makan memiliki angka kematian tertinggi. Penelitian telah menunjukkan bahwa banyak orang kelaparan yang menyebabkan kematian atau meninggal karena komplikasi yang muncul dari kekurangan gizi.

  • Menghindari perawatan

Banyak orang mencoba untuk menyembunyikan gangguan makan mereka dari keluarga dan orang lain. Bahkan ada yang sukses menyembunyikannya selama bertahun-tahun. Orang-orang yang menderita gangguan makan ini tidak menganggap diri mereka aneh dan menganggap tindakan yang mereka lakukan belum tergolong bahaya tapi hanya untuk mengurangi berat badan. Memang gangguan ini sedikit sulit untuk ditebak karena mereka tetap makan; dan orang awam tidak melihat kapan mereka mengalami gangguan.

  • Gender stereotip

Banyak orang memiliki persepsi bahwa gangguan makan ini terjadi pada perempuan; padahal dalam kenyataannya pria juga bisa memiliki gangguan makan. Menjadi seorang pria membuatnya jauh lebih sulit bagi mereka untuk mengakui kepada diri mereka sendiri bahwa mereka bisa memiliki gangguan makan kepada orang lain.

Gangguan makan tidak dibatasi oleh usia tertentu atau jenis kelamin tertentu. Siapa pun dapat menderita salah satu dari berbagai gangguan makan ini. Mereka memiliki dampak yang menyakitkan dan juga dapat mengakibatkan kematian ketika tidak mendapat perawatan dengan tepat. Bantuan akan lebih mudah untuk dilakukan apabila si pasiennya sendiri menyadari bahwa perubahan yang terjadi pada tubuh mereka tidaklah sehat. Apabila si penderita cenderung akan menyangkal; maka sebaiknya orang-orang terdekatnya lah yang bisa mengenali perubahan dari diri mereka baik dari berat badan mau pun dari perubahan sikap dan tingkah laku.

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: