Interaksi Makanan dan Obat

Interaksi Makanan dan Obat yang Harus Diwaspadai

Interaksi Makanan dan Obat

Ketika Anda sedang menjalani pengobatan, Anda mungkin berpikir untuk bertanya efek dari interaksi dengan obat lain, tetapi juga penting untuk menyadari interaksi makanan dan obat yang mungkin bisa terjadi. Beberapa obat bisa dipengaruhi oleh makanan yang Anda makan atau minuman yang Anda minum. Ini dapat membuat obat menjadi lebih kuat atau dapat mencegah obat dari bekerja dengan benar. Kedua interaksi tersebut tidaklah diinginkan, itulah sebabnya mengapa Anda harus menyadari interaksi antara makanan dan obat yang dapat terjadi dengan pengobatan yang sedang Anda jalankan.

  1. Produk susu dan obat tiroid

Salah satu interaksi makanan dan obat yang harus diperhatikan adalah interaksi antara produk susu dan pengobatan tiroid. Jika Anda memiliki hipotiroidisme, Anda mungkin mengonsumsi obat tiroid untuk membuat tubuh Anda menyediakan hormon tiroid yang dibutuhkan agar berfungsi dengan baik. Karena sangat penting bahwa tubuh Anda menyerap semua pengobatannya, Anda harus menghindari mengonsumsi obat tiroid pada saat yang sama dengan Anda mengonsumsi produk susu. Kalsium yang ditemukan dalam suplemen atau susu, dapat memblokir penyerapan obat tiroid. Anda harus menunggu tubuh Anda menyerap semua obat selama 3 sampai 4 jam untuk mengonsumsi produk susu setelah minum obat.

2. Kopi dan anti depresan

Antidepresan seperti Prozac atau Paxil dapat berinteraksi dengan kopi dan produk berkafein lainnya. Kafein dalam kopi meningkatkan efek dari obat-obatan tersebut yang dapat membuat efek samping. Menggabungkan kafein dan antidepresan dapat menyebabkan tremor, serangan panik, dan insomnia. Oleh karena itu, yang terbaik adalah dengan menjauh dari kafein ketika Anda mengonsumsi antidepresan.

3. Sayuran berdaun hijau dan pengencer darah

Pengencer darah yang diresepkan untuk mencegah pembekuan darah, embolisme paru, dan stroke dengan darah yang encer. Karena obat-obat ini bekerja dengan menjaga darah tetap encer, penting untuk memperhatikan jumlah vitamin K yang Anda konsumsi. Vitamin K dan makanan yang kaya vitamin K, seperti sayuran berdaun hijau, membantu pembekuan darah. Hal ini kontraproduktif ketika Anda mengambil pengencer darah, jadi konsultasikan dengan dokter Anda tentang berapa banyak Vitamin K yang bisa Anda konsumsi.

4. Kafein dan bronkodilator

Bronkodilator adalah obat-obat yang penderita asma perlukan untuk meningkatkan aliran udara ke paru-paru, dan ada kelas lain dari obat yang dapat dipengaruhi oleh kafein. Obat-obat ini adalah stimulan, dan sifat merangsang kafein dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya bila dikombinasikan dengan stimulan, seperti peningkatan denyut jantung. Untuk mencegah hal ini terjadi, hindari produk kafein seperti kopi jika Anda menggunakan bronkodilator.

5. Grapefruit Jus dan kontrasepsi oral

Pil KB sangat umum hingga sepertinya tidak ada yang dapat berinteraksi dengan pil KB. Namun, ada hal-hal yang berinteraksi dengan pil KB, seperti grapefruit jus. Grapefruit Jus secara signifikan meningkatkan kadar estradiol, yang dapat meningkatkan efek samping. Karena Anda ingin menjaga hormon Anda tetap seimbang, yang terbaik adalah dengan menghindari grapefruit jus jika Anda mengonsumsi pil KB.

6. Jus sayuran dan pengobatan diabetes

Jus sayuran telah menjadi sangat populer karena tidak hanya begitu sehat, tetapi juga dapat mengurangi gula darah. Jika Anda sedang menjalankan pengobatan diabetes dan Anda minum jus sayuran, pastikan Anda memonitor gula darah Anda dengan hati-hati. Ini dapat menurunkan gula darah dan Anda mungkin perlu membuat janji dengan dokter Anda untuk mendiskusikan dosis obat Anda.

Jika Anda minum obat, pastikan Anda meminta apoteker memberitahukan tentang interaksi makanan dan obat. Apakah Anda tahu obat bisa berinteraksi dengan makanan?

Sumber: Health Allwomenstalk

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Please follow and like us:
20
Tagged , , , . Bookmark the permalink.