Kesalahan orang tua dalam Mendisiplinkan Anak

Kesalahan Orang Tua dalam Mendisiplinkan Anak

Kesalahan orang tua dalam Mendisiplinkan Anak

Untuk kebanyakan orang tua, cara mendisiplinkan anak sama artinya dengan memberikan hukuman. Menurut Michele Borba, an internationally recognized expert on parenting, moral development and character education “Itu adalah sebuah mitos perkotaan yang diwariskan dari generasi sebelumnya, sebelum kami memiliki penelitian ilmiah”. Disiplin adalah benar-benar tentang mengajar anak-anak dengan cara yang benar untuk berperilaku. “Perilaku dipelajari, sehingga dapat dipelajari,” kata Borba. Sebelum Anda dapat mengubah perilaku anak-anak Anda, Anda perlu tahu tiga hal; bagaimana cara untuk menghentikan tindakan anak yang Anda tidak suka; apa yang Anda inginkan anak-anak Anda lakukan; mengapa perilaku tersebut sangat penting untuk dilakukan oleh anak. Tentu saja orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk mengajarkan hal-hal yang membuat anak menjadi lebih pintar dalam berprilaku mau pun bertutur kata. Ada kalanya orang tua pun membuat kesalahan, berikut beberapa kesalahan orang tua dalam mendisiplinkan anak berdasarkan every day family.

  • Menjadi contoh yang buruk; Anak-anak juga belajar walau hanya dengan meniru perilaku orang tuanya; sehingga perilaku Anda memiliki pengaruh besar pada mereka. Jadi sebelum Anda mulai untuk memarahi anak dan mengubah perilaku anak Anda, coba perhatikan lagi dengan serius perilaku Anda sendiri. Jadi tentu saja ini menjadi kesalahan orang tua dalam cara mendisiplinkan anaknya;apabila Anda sendiri memberikan contoh yang salah.
  • Meminta terlalu banyak; cara terbaik untuk mendisiplinkan anak adalah dengan bekerja pada peningkatan perilaku hanya satu pada satu waktu, sehingga Anda dapat memfokuskan semua energi Anda pada hal tersebut secara konsisten dan mengabaikan sisanya… untuk saat ini.
  • Tidak memberikan pengganti; perilaku anak tidak akan berubah secara permanen kecuali Anda mengajar anak Anda perilaku baru untuk menggantikannya. Misalnya perilaku anak saat makan; ketika mereka mulai ribut dengan piring dan sendoknya, Anda bisa mendisiplinkan anak dengan mengajarkan bagaimana menggunakan piring dan sendok yang benar.
  • Tidak menjelaskan “mengapa”; jika ingin anak lebih disiplin dan menerapkan nilai-nilai yang Anda ajarkan, sebaiknya Anda harus menjelaskan mengapa perilaku tertentu tidak dapat diterima. Cukup penjelasan singkat, menjelaskannya dalam 10 detik atau kurang. Seringkali orang tua hanya memarahi anaknya tapi tidak memberikan penjelasan mengapa anak dimarahi. Ini bisa membuat anak menjadi bingung dan tidak tau apa yang salah dari tindakannya.
  • Melakukan negosiasi; Terkadang disaat mendisiplinkan anak, orang tua sering mengakhirinya dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, “OK?” atau memberikan janji untuk memberikan sesuatu apabila anak nurut. Untuk hal-hal yang jika memang tidak bisa dinegosiasikan, Anda bisa mengakhirinya dengan nada yang lebih tegas sehingga anak tidak ngeyel.
  • Terlalu mengontrol anak; Disaat masa tumbuh dan kembang anak, mereka mulai mengeksplorasi hal-hal baru atau bahkan di saat remaja mereka juga mulai sering keluar dengan temannya. Saat inilah orang tua perlu menyadari bagaimana memberikan batasan yang baik pada anak dan bukannya malah terlalu mengontrol anak.

Kesalahan orang tua dalam Mendisiplinkan AnakBeberapa kesalahan orang tua dalam mendisiplinkan anak ini mungkin tidak disadari oleh para orang tua. Karena toh, mereka pun bisa tumbuh dewasa menjadi pribadi yang baik dan mungkin berhasil. Memang pembelajaran bisa didapat dari mana saja, akan tetapi akan lebih baik apabila anak mendapatkan didikan awal yang baik dari orang tua nya terlebih dahulu bukan? Untuk mendisiplinkan anak, memang dibutuhkan kesabaran dan waktu karena anak akan terbiasa apabila dilakukan secara berulang-ulang. Bagaimana dengan Anda mendisiplinkan anak? Share yaaa

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Please follow and like us:
20
Tagged , , , , . Bookmark the permalink.