Menerima Kritik Dengan Cara Yang Benar

Bagaimana Cara Menerima Kritik Dengan Cara Yang Benar

“Lakukan apa yang Anda rasa benar di dalam hati Anda – karena Anda akan dikritik apapun yang Anda lakukan. Anda akan dikritik jika Anda melakukannya, dan dikritik jika Anda tidak melakukannya.” – Eleanor Roosevelt

Menerima Kritik Dengan Cara yang Benar

Apa satu hal yang Anda takuti dalam hidup sehari-hari Anda? Salah satu jawaban yang umum adalah kritik. Untuk berdiri di sana dan merasa diri semakin kecil setiap menitnya bukanlah salah satu momen yang terbaik. Tidak ada ramuan ajaib atau panduan satu langkah untuk melindungi diri dari dunia. Jadi bagaimana Anda bisa menangani situasi seperti itu? Bagaimana caranya untuk menerima kritik dengan cara yang benar? Di bawah ini adalah beberapa tips yang bisa membantu Anda.

  1. Jangan marah

Sangat mudah untuk merasa kesal dan marah ketika Anda menerima kritik. Ini bukan posisi yang baik untuk beralih ke rasa amarah. Ambil napas dalam-dalam dan tenangkan diri Anda. Tidak ada gunanya berbicara kembali pada mereka meskipun itu mungkin tampaknya bisa memuaskan Anda. Tapi itu hanya perasaan palsu akan perasaan senang yang Anda capai karena perasaan buruk yang Anda rasakan tentang diri Anda dan kadang-kadang ini dapat merusak diri Anda.

  1. Dengarkan kritik yang diberikan

Alih-alih bersikap ofensif dan menciptakan situasi bermusuhan, cobalah menenangkan diri Anda dan memperhatikan apa yang orang lain katakan. Ini mungkin bisa membantu Anda. Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan-pertanyaan ini. Dapatkah saya belajar sesuatu dari kritik ini? Apakah ada sesuatu di sini yang saya mungkin tidak ingin dengar tetapi mungkin dapat membantu saya?

Baca: Alasan Baik Mengambil Kritik yang Membangun

  1. Ini tidak selalu tentang Anda

Beberapa kritik mungkin dapat membantu dan beberapa mungkin tidak dapat membantu sama sekali. Beberapa orang cenderung mengkritik hanya untuk menjatuhkan Anda ke bawah atau kadang-kadang karena mereka sedang mengalami waktu yang sulit dan tidak benar-benar bermaksud melakukan hal itu. Dalam situasi seperti itu, lebih baik untuk tetap fokus dan coba untuk memahami orang lain. Dia mungkin marah karena seseorang atau sesuatu dan hanya melepaskan kemarahannya. Tidak ada maksud dari apa yang orang lain katakan dalam situasi seperti itu. Jadi, lebih baik untuk menghindari atau mengabaikan jenis pembicaraan seperti ini.

  1. Membalas atau membiarkan

Jika Anda berencana untuk membalas, lebih baik jika Anda melakukannya ketika memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang orang lain katakan. Ajukan beberapa pertanyaan untuk mencari klarifikasi. Misalnya, jika seseorang mengatakan pekerjaan Anda sangat tidak baik, maka Anda mungkin perlu untuk bertanya pada mereka pada bagian apa dari pekerjaan Anda yang mereka dapati buruk. Ini akan membangun win-win situation yang sehat di mana Anda bisa memperbaiki diri sendiri. Tapi, pastikan Anda memiliki pendekatan yang positif dan santai ketika Anda menanyakannya.

Kadang-kadang itu mungkin hanya orang yang melampiaskan sesuatu pada Anda. Belajarlah untuk membedakan antara orang-orang yang mencoba untuk memperbaiki diri Anda dan orang-orang yang mencoba untuk menjatuhkan Anda ke bawah. Jika seseorang tidak memiliki jawaban yang spesifik untuk pertanyaan Anda, maka dia mungkin hanya mencoba untuk menyakiti Anda. Abaikan saja. Benjamin Franklin pernah berkata, “Setiap orang bodoh bisa mengkritik, mengutuk dan mengeluh dan kebanyakan orang bodoh melakukannya.” Jadi berimprovisasi tapi jangan biarkan diri Anda dijatuhkan.

Baca: Abaikan Kritik Negatif Dari Orang Lain

Sumber: Magforwomen

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: