Menghadapi Teman yang Berbohong

Cara Menghadapi Teman yang Berbohong Kepada Anda

Menghadapi Teman yang Berbohong

Teman seharusnya adalah orang yang dapat Anda percaya untuk selalu mengatakan yang sebenarnya. Jadi jika Anda mendapati mereka telah berbohong kepada Anda itu sangatlah mengecewakan. Dapatkah Anda mempercayai mereka lagi? Apakah ini berarti akhir dari persahabatan? Tidak selalu. Menyingkirkan teman Anda mungkin bukan cara terbaik untuk menangani kebohongannya. Jadi, di bawah ini adalah cara untuk menghadapi teman yang berbohong kepada Anda.

  1. Bagaimana kebohongan tersebut mempengaruhi Anda

Pertama-tama, bagaimana kebohongannya mempengaruhi Anda? Apakah mereka hanya bersikap menjengkelkan dibandingkan membuat masalah besar? Misalnya, apakah kebohongannya memiliki dampak serius pada orang lain atau dirinya sendiri yang lebih memprihatinkan, atau apakah dia berharap Anda berbohong untuknya. Jika dia hanya membual tentang tempat dia yang belum pernah ia kunjungi, untuk mengesankan orang, itu adalah hal yang konyol tapi tidak akan memiliki konsekuensi serius.

  1. Dapatkan Anda mempercayainya?

Tanyakan apakah Anda benar-benar dapat mempercayai teman Anda. Merasa bahwa Anda tidak dapat mempercayai seseorang telah merusak banyak persahabatan dan hubungan. Jika Anda tahu bahwa dia umumnya dapat dipercaya, maka kebohongan yang tidak signifikan seperti pura-pura sibuk ketika dia tidak ingin pergi keluar bukanlah masalah besar. Tapi jika dia berbohong tentang hal-hal penting, itu masalah lain.

  1. Berhati-hati dengan apa yang Anda beritahukan kepadanya

Tergantung pada sifat dari kebohongan yang teman Anda katakan, berhati-hati tentang apa yang Anda katakan padanya bisa menjadi pilihan. Katakanlah dia dikenal sebagai orang yang suka menambahkan dan melebih-lebihkan fakta. Anda bisa menangani ini dengan menghindari mengatakan apa pun yang bisa dia besar-besarkan. Jika dia tidak tahu tentang hal-hal, dia tidak bisa berbohong tentang hal ini.

  1. Beritahu dia bahwa itu membuat Anda kecewa

Kadang-kadang, berbicara dengan teman Anda tentang perilakunya adalah cara terbaik untuk mengubah perilakunya. Mengatakan padanya bahwa Anda kecewa dengan tindakannya dapat bekerja, menunjukkan bahwa dia mampu mendengarkan kritik yang konstruktif. Jika dia peduli tentang Anda, dia akan siap untuk mengubah caranya.

  1. Memahami apa yang menyebabkan dia berbohong

Apakah Anda memahami apa yang membuat teman Anda berbohong? Mungkin dia khawatir tentang sesuatu atau merasa tidak memadai. Dia mungkin berpura-pura bahwa dia mendapatkan lebih banyak uang karena dia berusaha untuk bersaing dengan teman-temannya yang kaya. Yakinkan dia bahwa penghasilannya bukanlah hal yang paling penting dan Anda menyukainya untuk apa yang dia bawa dalam persahabatannya dengan Anda.

  1. Jangan percaya begitu saja

Jika Anda memiliki teman yang mengatakan kebohongan, tetapi Anda tidak ingin memutuskan persahabatan, jangan percaya ketika  ketika dia memberitahu Anda mengenai apapun. Misalnya, dia mungkin mengatakan kepada Anda bahwa seseorang yang Anda kenal sedang hamil ketika mereka sebenarnya tidak, dan Anda akan merasa canggung ketika Anda mengucapkan selamat pada mereka! Periksa fakta-fakta tersebut untuk diri Anda sendiri, dan hindari kecerobohan atau kekecewaan.

  1. Apakah Anda ingin berteman dengan seorang pembohong?

Jika teman Anda adalah seorang pembohong kronis, Anda mungkin perlu bertanya pada diri sendiri apakah dia adalah jenis orang yang Anda inginkan dalam hidup Anda. Orang-orang ini dapat merusak dan sulit untuk dipercaya. Jadi jika kebohongannya mengecewakan Anda, dan dia tidak mau mendengarkan ketika Anda meminta dia untuk berhenti, Anda mungkin perlu menilai kembali apakah layak untuk melanjutkan persahabatan dengannya.

Ketika seseorang benar-benar mengatakan ‘Saya tidak bisa berbohong’, ia mungkin sebenarnya sedang berbohong! Apakah Anda pernah ketahuan berbohong?

Sumber: Allwomenstalk

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Please follow and like us:
20
Tagged , , , . Bookmark the permalink.