Menjaga Identitas Diri

Menjaga Identitas Diri Setelah Menikah

Menjaga Identitas Diri

Pernikahan adalah persatuan yang indah dari dua jiwa, tapi itu tidak berarti Anda harus menyingkirkan identitas Anda. Kehilangan diri dalam pernikahan benar-benar dapat menciptakan lebih banyak masalah. Ini bahkan bisa menyebabkan depresi dan reaksi ekstrim. Menjaga identitas diri sendiri setelah menikah dapat membantu Anda dalam banyak cara. Berikut 5 cara yang dapat Anda lakukan.

  • Apakah Anda ingin mengubah nama belakang?

Sementara kebanyakan wanita ingin mengambil nama suami mereka setelah menikah, ada banyak orang lain yang ingin mempertahankan nama belakang mereka karena memberikan mereka rasa identitas diakui akan dirinya sendiri. Sebenarnya ini tidak membuat perbedaan – apakah Anda akan mengambil nama suami atau mempertahankan nama gadis Anda, yang lebih penting adalah menjaga identitas diri Anda sendiri.

  • Menjadi mandiri secara finansial

Setelah Anda menikah, menggabungkan sumber daya untuk menciptakan sebuah keluarga baru adalah keputusan yang baik. Tetapi jika sebelumnya Anda adalah seorang wanita yang bekerja, wanita mandiri kerja yang selalu memenuhi semua kebutuhan Anda sebelum menikah, maka tidak ada salahnya mempertahankan status yang sama. Menjaga kemandirian finansial Anda sangat penting karena Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan yang mungkin saja melibatkan masalah finansial. Misalnya, ketika suami Anda sakit dan tidak ada penghasilan yang masuk, Anda bisa menggunakan penghasilan yang Anda dapatkan untuk mengurus segala kebutuhan yang diperlukan sehingga Anda tidak harus selalu bergantung pada suami dalam hal finansial.

  • Fokus pada diri sendiri

Setelah Anda menikah, Anda akan selalu dikenal sebagai ‘istri’ atau ‘ibu’ seseorang. Tapi Anda juga memiliki identitas diri sendiri sebagai seorang individu. Jadi tetap setia untuk tetap menjadi diri Anda sendiri. Jangan pernah menyerahkan segalanya atau mengorbankan semuanya untuk pasangan dan keluarga Anda. Ini mungkin terdengar egois pada awalnya tapi dalam jangka panjang, jika usaha Anda tidak dihargai, Anda akan merasa marah. Hanya seorang wanita bahagia yang bisa menjadi seorang istri dan ibu yang bahagia. Jadi, miliki identitas sebagai seorang individu, sebagai seorang istri dan juga sebagai ibu.

  • Fokus pada karir

Jika Anda memiliki karir yang luar biasa dan jika Anda akan menikah, tidak ada alasan untuk membuang pekerjaan Anda. Timbang keputusan Anda dan lihat apakah keluar dari pekerjaan merupakan pilihan yang terbaik. Cobalah untuk menemukan solusi dan berkompromi daripada sepenuhnya menyerah pada karir Anda. Lebih baik lagi untuk menetapkan beberapa tujuan dan diskusikan dengan pasangan Anda daripada membuat lompatan yang mengejutkan pada pasangan Anda setelah menikah. Komunikasi adalah kuncinya. Suami Anda pasti akan mempertimbangkan semua hal yang ingin Anda diskusikan dengannya.

  • Menjaga persahabatan personal Anda

Menikah adalah langkah besar dalam hidup tapi teman-teman akan selalu ada sepanjang hidup Anda. Cobalah untuk bertemu dan berkomunikasi dengan teman-teman Anda, bahkan setelah menikah; jangan menjauhkan diri Anda dari mereka sepenuhnya. Suami dan keluarga baru sama pentingnya tetapi cobalah untuk membagi waktu Anda dengan bijaksana.

Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata, jadi sementara mencintai dan mendukung suami setelah menikah adalah prioritas, begitu juga mempertahankan identitas independen Anda sendiri.

Sumber: Magforwomen

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Please follow and like us:
20
Tagged , , , , . Bookmark the permalink.