Racun Yang Merugikan Kelenjar Gondok

11 Racun Yang Merugikan Kelenjar Gondok Anda Setiap Hari

Berbagai gejala yang dirasakan seperti kecemasan, cepat marah, depresi, kenaikan berat badan dan kelelahan dapat melemahkan kehidupan selama beberapa dekade. Salah satu faktor utama yang mendasari model standar perawatan yang tidak ditangani secara mendalam adalah racun. Baik racun sintetis atau alami, racun adalah bagian dari teka teki yang kompleks dari kelenjar tiroid/gondok. Berikut 11 penyebab yang dapat mempengaruhi fungsi kelenjar gondok Anda atau racun yang merugikan kelenjar gondok.

Racun yang Merugikan Kelenjar Gondok

  1. Perchlorates

Perchlorate adalah produk sampingan dari pembuatan roket dan bahan bakar jet, kantong udara mobil dan kembang api. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), racun ini memiliki banyak kebocoran yang masuk ke air minum dan juga suplai makanan kita. Perchlorate bisa mencegah produksi hormon kelenjar gondok, yang dapat menyebabkan gejala kelenjar gondok rendah.

  1. PCB

Polychlorinated biphenyls (PCB) adalah bahan kimia industri yang dilarang pada tahun 1970-an tetapi masih terdeteksi di lingkungan kita saat ini. PCB telah terbukti meningkatkan disfungsi kelenjar gondok dan meningkatkan tingkat thyroid-stimulating hormone dapat membuat tubuh Anda resisten terhadap hormon kelenjar gondok, mirip dengan resistensi insulin pada diabetes tipe II. Ini juga dapat mempengaruhi enzim hati yang mengatur konversi dari hormon kelenjar gondok.

  1. Dioksin

PCB dan dioksin keduanya diketahui memiliki efek mengganggu pada sistem endokrin dan dioksin merupakan komponen beracun utama pada herbisida bernama Agen Oranye. Banyak pasien yang dirawat di Vietnam telah menghubungkan masalah kelenjar gondok mereka saat ini dengan Agen Oranye.

  1. Kedelai

Fitoestrogen dalam protein kedelai. Kedelai dapat mengganggu fungsi kelenjar gondok normal dengan menghambat kemampuan tubuh untuk memfungsikan yodium, menghalangi proses dimana yodium menjadi hormon kelenjar gondok, menghambat sekresi hormon kelenjar gondok dan mengganggu konversi perifer dari T4 ke T3.

  1. Pestisida

Penelitian memperingatkan bahwa sekitar 60 persen dari pestisida yang digunakan saat ini dapat mempengaruhi produksi hormon kelenjar gondok. Banyak anti jamur dan pembunuh gulma yang digunakan telah terbukti menurunkan fungsi kelenjar gondok dan meningkatkan daya tahan penurunan berat badan.

  1. Tahan api

Bahan kima tahan api atau polybrominated diphenyl ethers (PBDE), telah ditemukan dalam beberapa penelitian dapat mengganggu fungsi kelenjar gondok. Bahan kimia tahan api dapat ditemukan di layar televisi dan komputer, serta busa yang digunakan untuk perabotan mebel dan karpet bantalan.

  1. Plastik

Antimony, bahan kimia yang larut dari botol plastik, adalah salah satu yang perlu diperhatikan. Para peneliti di University of Copenhagen menemukan tingkat antimony pada minuman buah dan jus dalam botol plastik dengan tingkat 2,5 kali lebih tinggi. Phthalates dalam beberapa plastik telah terbukti menurunkan fungsi kelenjar gondok. Bisphenol A (BPA) – juga digunakan dalam plastik dan pelapis makanan kaleng.

  1. PFOA

Suatu penelitian menemukan bahwa asam perfluorooctanoic (PFOA), bahan kimia yang digunakan untuk membuat Teflon, bungkus makanan, dan produk lainnya, dapat mempengaruhi fungsi kelenjar gondok bahkan pada tingkat moderat.

  1. Halogen

Fluorida ditemukan untuk menekan fungsi kelenjar gondok dan dosis yang diperlukan untuk mengurangi fungsi kelenjar gondok rendah, 2 sampai 5 mg per hari. Anda dapat mendapatkan halogen ini melalui makanan,air,obat-obatan dan lingkungan. Karena halogen mirip dengan yodium, halogen dapat menempati reseptor yodium Anda, membuat tingkat yodium dalam tubuh tidak dapat digunakan.

  1. Logam Berat

Merkuri, timah dan aluminium semua bisa memicu antibodi, yang pada akhirnya menyebabkan kondisi kelenjar gondok autoimun seperti Grave dan penyakit Hashimoto. Ini mengacu pada toksisitas logam berat kronis yang hanya dapat secara akurat ditunjukkan dengan tes urin menggunakan bahan kimia yang dikenal dengan nama agen chelating.

  1. Produk anti bakteri

Triklosan adalah bahan kimia antibakteri yang terdapat pada sabun, lotion dan pasta gigi. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan pemakaian dalam jumlah kecil aman, ada bukti bahwa triklosan dapat mengganggu endokrin dan memiliki dampak pada fungsi kelenjar gondok. Suatu penelitian baru-baru ini menemukan bahwa triklosan memiliki dampak pada hormon kelenjar gondok dan menunjukkan bahwa triklosan bereaksi dengan androgen dan hormon estrogen reseptor.

Ingat, setiap orang unik kompleks. Setiap orang memiliki toleransi sendiri genetik untuk racun yang bisa mempengaruhi kelenjer tiroid seperti ini. Beberapa orang dapat terkena semua racun ini dan menunjukkan efek nyata dari mereka. Hal ini bukanlah solusi yang sederhana seperti “satu ukuran cocok untuk semua”, ujar Dr. William Cole yang merupakan lulusan dari Southern California University of Health Sciences in Los Angeles.

Sumber: Mindbodygreen

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: