Radiasi Sinar Ultra Violet

Efek Dari Radiasi Sinar Ultra Violet (UV)

Sinar UV atau sinar Ultra Violet didapat dari sinar matahari alami tetapi juga dapat dipancarkan oleh busur listrik dan lampu khusus seperti lampu merkuri dan lampu hitam. Sebagian besar dari sinar UV yang didapat dari sinar matahari tidak bisa mencapai Anda karena telah diserap oleh nitrogen dan dioksigen juga disaring oleh lapisan ozon. Meskipun sinar ini tidak terlihat, sinar ini memiliki banyak efek pada Anda. Efek dari radiasi sinar ultra violet dan sumber-sumber lain dapat positif maupun negatif pada Anda. Radiasi UV tidak hanya mempengaruhi permukaan luar tubuh Anda, tetapi juga bagian dalam. Hal ini menyebabkan kerusakan besar untuk molekul dalam sistem biologi. Berikut adalah beberapa efek radiasi UV pada Anda.

Radiasi Sinar Ultra Violet

1. Sinar UV membantu produksi vitamin D

Tubuh kita membutuhkan sinar UV dari matahari untuk memproduksi vitamin D. Vitamin D membantu memperkuat tulang kita dengan meningkatkan penyerapan kalsium oleh sel-sel dalam tubuh. Vitamin D yang ditemukan terdapat pada sinar matahari juga membantu tubuh melawan penyakit seperti rakhitis. Beberapa penelitian juga telah membuktikan bahwa vitamin D membantu dalam menurunkan risiko beberapa jenis kanker internal seperti kanker usus besar.

2. Sinar UV membantu dalam pengobatan psoriasis

Bila Anda memiliki psoriasis, kulit Anda akan mengelupas terlalu cepat yang menghasilkan kulit menjadi kering, belang, gatal dan bersisik pada kulit Anda. Ketika terkena radiasi UV, proses ini melambat dan gejala Psoriasis akan menurun hingga membuat kulit Anda merasa jauh lebih baik. Selain itu sinar UV juga digunakan dalam desinfektan tangki ikan dan mensterilkan peralatan medis yang dapat mencegah Anda terinfeksi.

3. Terbakar sinar matahari

Dengan banyaknya efek positif dari radiasi UV yang Anda miliki, juga dapat menyebabkan beberapa efek negatif pada Anda seperti terbakar sinar matahari. Kulit yang terbakar oleh sinar matahari terjadi ketika kulit Anda rusak oleh paparan sinar UV. Jika Anda ingin memiliki kulit kecoklatan yang sehat, jangan berjemur terlalu lama hingga membakar dan merusak kulit Anda sendiri.

4. Photoaging

Photoaging adalah efek lain pada kulit yang disebabkan oleh paparan sinar UV dan radiasi. Keriput, melonggarnya kulit dan bintik-bintik gelap (flek hitam) pada wajah dan lengan juga akibat dari radiasi UV pada tubuh Anda. Berhati-hatilah ketika Anda terlalu sering berjemur di bawah sinar matahari, Anda mungkin harus membayar dengan resiko memiliki kulit buruk  di waktu berikutnya.

5. Sinar UV bisa berakibat buruk pada mata Anda

Sinar UV dapat tercermin pada mata Anda oleh pasir dan salju. Bahkan ketika Anda tidak melihat ke arah matahari secara langsung, jumlah sinar UV yang terkena pada mata Anda meningkat sebesar refleksi ini. Terutama jika Anda tidak mengenakan warna pelindung (seperti kacamata hitam) ketika Anda berada saat ini, radiasi ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut photokeratitisor atau kebutaan salju. Namun ini tidak permanen dan akan menghilang setelah beberapa hari.

6. Sinar UV bisa menyebabkan kanker kulit

Radiasi UV dan paparan sinar matahari yang berlebihan terutama, bertanggung jawab akan resiko terkena kanker kulit, termasuk karsinoma sel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (SCC) dan mungkin melanoma. Sinar UV yang berlebihan dan tidak berasal dari matahari adalah radiasi yang didapat dari tempat untuk berjemur untuk mendapatkan kulit berwarna lebih coklat yang dapat lebih merusak.

Sumber: Magforwomen

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: