Sebelum Membuat Komitmen

Tanyakan Pertanyaan ini Pada Diri Anda Sendiri Sebelum Membuat Komitmen

Sebelum Membuat Komitmen

Tidak ada yang seperti hubungan baru; dimana masih ada rasa-rasa bahagia, kurang tidur, gelisah; perasaan yang tak menentu. Sangat mudah untuk kehilangan diri kita di dalamnya. Perasaan ini adalah hal yang memabukkan, itulah mengapa kita sering melupakan untuk lebih rasional, lebih mengedepankan emosi kita dalam hubungan. Ada begitu banyak waktu ketika kita terjun langsung ke hubungan tanpa berhenti untuk bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan penting tentang diri kita sendiri, serta dinamika baru, dan orang lain.

Tentunya Anda tidak ingin menyesal dan berharap Anda telah bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan kritis di awal hubungan – dan lebih khususnya, pertanyaan tentang diri kita sendiri. Ada empat pertanyaan kritis sebelum membuat komitmen yang bisa Anda tanyakan pada diri Anda sendiri hanya untuk memastikan bahwa Anda didasarkan pada kebenaran dan menavigasi hubungan dari ruang yang terbaik.

  1. Apakah saya sepenuhnya otentik dalam hubungan ini?

Menjadi diri sendiri kadang-kadang lebih sulit daripada yang kita pikir. Sering kali, kita takut menyakiti perasaan seseorang atau dihakimi secara tidak benar, jadi kita menjaga diri kita sendiri dengan tidak menampilkan diri dengan otentik. Ini bisa muncul dalam bentuk yang sangat halus – tidak berbicara tentang ketidaksukaan akan restoran tertentu – atau bentuk yang lebih serius – tidak jujur tentang hubungan di masa lalu karena kita takut hal itu membuat kita tidak dicintai.

Pada akhirnya, kita semua menginginkan seseorang yang mengasihi kita untuk diri kita yang sebenarnya dan tanpa filter. Ini adalah tanggung jawab kita untuk membawa diri ke dalam hubungan sehingga cinta kita didasarkan pada itu dan bukan pada kepura-puraan.

  1. Apakah saya menempatkan orang ini terlalu tinggi di atas diri saya?

Mungkin kita sering melihat pasangan yang menempatkan pasangan mereka lebih tinggi dari dirinya. Tapi akibatnya, satu orang terletak di posisi yang lebih berkuasa dari yang lain, dan sering merusak diri sendiri, dinamika beracun dalam hubungan. Secara khusus, hal ini dapat menyebabkan kita lebih-memberikan, lebih-membuktikan, atau lebih-mengimbangi ketika kita berada di “bawah”, dan ini dapat menyebabkan kita merasa terasing dan tidak terhubung secara emosional jika kita sudah menempatkan pasangan kita di atas diri kita. Anda harus membuat pilihan berkomitmen untuk melihat pasangan dan diri Anda sebagai pihak yang sederajat. Pada setiap waktu, Anda sama-sama indah dan layak dicintai.

  1. Bagaimana perasaan saya dalam hubungan ini?

Kadang-kadang, daftar kualitas yang kita inginkan dalam calon pasangan begitu rumit dan spesifik. Mengapa? Karena mudah untuk berfantasi tentang semua hal yang kita inginkan pada orang lain. Karena kita tidak kritis untuk fokus pada kualitas permukaan yang kita inginkan dan, dalam proses, mengabaikan bagaimana yang benar-benar kita rasakan dalam hubungan.

Ketika Anda mendapati diri Anda berada dalam hubungan (di awal dan di tengah), perhatikan bagaimana perasaan Anda dalam hubungan ini. Seberapa terhubung perasaan Anda? Seberapa aman? Seberapa dihargai?

Tentu saja, untuk merasa terhubung, aman, dan dihargai, Anda harus merasa kualitas ini dalam diri Anda juga; Anda harus mampu memberikan hal tersebut kepada diri sendiri sebelum Anda dapat sepenuhnya mengalami hal itu dengan pasangan.

  1. Apa yang memicu saya dalam hubungan ini?

Ketika kita memiliki reaksi emosional (positif dan negatif) dalam hubungan, ini adalah kesempatan emas untuk belajar tentang diri kita sendiri. Karena emosi yang begitu kuat pada awal hubungan, ini adalah waktu yang kaya dengan wawasan potensial.

Baca: Tanda-Tanda Anda Takut Komitmen | Apa sajakah Ciri-cirinya?

Sumber: Mindbodygreen

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Please follow and like us:
20
Tagged , , , , . Bookmark the permalink.