Strategi Membangun Kepercayaan Diri Anak

Strategi Membangun Kepercayaan Diri Anak

Setiap orang tua pasti berharap yang terbaik untuk anaknya; baik untuk perkembangannya mau pun kepribadiannya. Termasuk pada saat anak tidak berani untuk tampil di depan umum, pasti orang tua berharap agar anaknya bisa lebih percaya diri. Untuk mewujudkan niat ini, tentu tidak bisa dibiarkan pada anak saja. Sebagai orang tua, justru ini dari Anda terlebih dahulu agar anak bisa membangun kepercayaan diri mereka. Strategi membangun kepercayaan diri anak bukan pada pemaksaan tetapi bisa dengan mengetahui apa masalah yang dihadapi anak dan bagaimana caranya Anda memberikan solusinya. Berikut strategi yang dilansir oleh magforwomen yang dapat Anda coba agar anak bisa lebih percaya diri.

Strategi Membangun Kepercayaan Diri Anak

  • Beri dukungan dan pujian pada anak

Apabila anak sering merasa rendah diri, ini berarti mereka tidak yakin dengan kemampuan yang mereka miliki. Sebagai orang tua, Anda harus sering memberikan dukungan dan pujian pada anak Anda. Sekecil apa pun pujian yang Anda berikan, itu akan tetap bisa membangun rasa percaya diri pada anak. Jika Anda pernah melihat orang tua yang lain mengatakan kata pujian untuk anak mereka, mengapa Anda tidak mencobanya? Bahkan jika anak Anda belum melakukan apa-apa, pujian bisa diberikan apabila ia tidak nakal atau mau makan sendiri.

  • Mendengar.. mendengar.. mendengar..

Yang sering menjadi masalah komunikasi di dalam keluarga adalah kurangnya waktu orang tua untuk mendengarkan anak mereka. Ini menyebabkan anak merasa tidak diperhatikan oleh orang tuanya sehingga menjadi menjadi tidak percaya diri dan tidak berani untuk berbicara. Jika Anda belum memberikan perhatian pada pembicaraan mereka sebelumnya, bagaimana Anda mengharapkan orang lain untuk mendengarkannya? Luangkan waktu untuk bercengkerama, mengobrol dan mendengarkan cerita anak Anda.

  • Tidak apa-apa bila mereka membuat kesalahan

Anda ingin mereka menjadi orang yang sempurna; sehingga seringkali orang tua menyalahkan anak apabila mereka berbuat kesalahan. Padahal ini jelas dapat mempengaruhi tingkat kepercayaannya. Mereka jadi kurang berani untuk bereksplorasi karena takut untuk berbuat kesalahan lagi. Tidak apa-apa bila mereka berbuat kesalahan; bicara pada mereka dan beri arahan untuk mengambil pelajaran dari kesalahan yang mereka lakukan.

  • Jangan membandingkan

Seringkali para orang tua membanding-bandingkan kemampuan anaknya dengan anak-anak yang lain. Padahal sebenarnya ini hanyalah demi kepentingana ego mereka sendiri; dan bukan untuk kebaikan si anak. Masing-masing anak memiliki kemampuannya sendiri; ada kelebihan dan kekurangan. Walaupun mungkin anak Anda tidak sehebat temannya, tapi usaha yang dilakukannya patut untuk dihargai. Anda pasti ingin anak Anda untuk menjadi yang terbaik, berikan kepercayaan pada anak untuk membuktikannya sendiri.

  • Kenalkan mereka pada orang

Pada saat masih kecil, ada anak-anak yang merasa malu ketika bertemu orang baru. Tidak mudah untuk berinteraksi dengan orang yang baru mereka temui. Ini juga bisa diakibatkan karena orang tua yang terlalu protektif. Strategi untuk membangun rasa percaya diri anak adalah dengan mengenalkan mereka pada sebanyak mungkin orang baru. Tentu di lingkungan yang aman ya. Misalnya Anda bisa mengikutsertakan anak pada kegiatan ekstrakurikuler.

Membangun rasa percaya diri anak bisa dilakukan sejak usia dini. Cara yang sederhana tetapi dapat membuat anak yakin dengan kemampuannya sendiri. Berikan kata-kata yang positif dan membangun agar mereka tidak takut untuk bereksplorasi. Banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan agar anak dapat lebih percaya diri. What do you think?

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: