Tidak Berteriak Pada Anak

Cara Untuk Tidak Berteriak Pada Anak Anda

Semua orangtua ingin menambah pengetahuan mengenai cara untuk tidak berteriak pada anak. Biasanya, kita berteriak ketika kita lepas kendali dengan keadaan yang ada. Kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan agar mereka mengerti maksud kita. Berikut ini adalah beberapa masukan mengenai cara agar tidak berteriak kepada anak ketika Anda merasa ingin berteriak.

Tidak Berteriak Pada Anak

1. Pelankan suara Anda

Terkadang hal ini menolong ketika kita menggunakan nada pelan daripada berteriak. Pertama, hal ini mendorong Anda untuk fokus, yang artinya Anda harus berhati-hati dengan apa yang akan Anda katakan. Kedua, anak Anda akan menyadari perubahan nada suara Anda dan hal ini akan menarik perhatian mereka. Mereka akan kebingungan dengan apa yang sedang terjadi dan menaruh perhatian kepada Anda dan perkataan Anda. Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk tidak berteriak pada anak.

2. Bernyanyi

Ketika anak hanya tidak mendengarkan dan Anda merasa seolah-olah hanya berbicara dengan diri sendiri, ini mungkin cara yang baik untuk menghadapinya. Daripada berteriak, katakan apa yang ingin Anda katakan dengan bernyanyi. Karena para ibu tidak biasanya menyanyikan omelan, mereka akan heran dengan apa yang sedang terjadi dan akan mendengarkan Anda. Mereka akan melakukan apa yang Anda katakan maka Anda dapat melakukan hal lain. Cara ini menunjukkan kehumoran pada situasi yang menimbulkan ketegangan dengan anak kita yang terkadang dibutuhkan dari waktu ke waktu.

3. Luangkan sedikit waktu

Para ibu membutuhkan jeda seperti yang anak butuhkan untuk beberapa kasus. Katakan kepada anak bahwa Anda membutuhkan beberapa waktu untuk menyelesaikan sesuatu dan Anda akan kembali kepada mereka. Pergilah ke suatu ruangan dimana Anda bisa sendiri dan memusatkan pikiran. Pikirkan mengenai hal yang ingin Anda sampaikan kepada anak dan cara penyampaiannya tanpa berteriak. Anda akan lebih terkontrol atas diri dan situasi ketika Anda mendekati anak Anda lagi.

4. Tidak akan berbicara kepada mereka sampai Anda merasa tenang

Pada bagian ini, Anda perlu menerapkan seperlunya karena merupakan sinyal kepada anak Anda bahwa Anda sedang kesal. Cara ini membuat mereka tahu mereka telah melanggar hal-hal tertentu dan Anda menanggapinya dengan sangat serius. Cara ini juga memberi waktu kepada Anda dan anak untuk memikirkan situasi yang ada. Ini merupakan hal yang baik dan dapat menguntungkan ketika Anda siap untuk berbicara dengan mereka lagi.

5. Jadikan sebuah tujuan

Terkadang kita perlu membuat sebuah tujuan untuk diri kita sendiri. Jika Anda menyadari bahwa Anda berteriak kepada anak melebihi yang seharusnya, Anda mungkin harus melihatnya sebagai masalah yang harus diselesaikan. Buatlah sebuah tujuan agar tidak melakukan hal tersebut. Anda bisa berbicara kepada profesional mengenai cara untuk menghadapi rasa frustrasi dan emosi dengan cara yang lebih baik juga.

6. Tantang diri sendiri

Menantang diri kita sendiri selalu merupakan sebuah motivasi. Tentukan waktu misalnya dalam sebulan atau 45 hari dan berusahalah mencapainya. Anda akan menyadari ketika telah sampai pada batas waktunya, Anda telah mengubah kebiasaan Anda.

7. Ingat bahwa kata-kata menyakitkan

Sebagai orangtua, hal ini yang harus kita ingat. Kata-kata bisa jadi menyakitkan, kita bertanggung jawab membimbing dan mengarahkan tingkah laku anak yang salah, kita tidak ingin melakukan hal yang sama dengan meninggalkan mereka dengan perasaan emosional. Tidak salah untuk meminta maaf sebagai seorang ibu ketika Anda sadar telah melakukan hal yang menyakiti. Ini mengajarkan anak kita bahwa kita adalah manusia dan kita sadar kita memiliki keterbatasan juga.

Semoga masukan ini memberikan Anda beberapa cara agar tidak berteriak kepada anak Anda. Maukah Anda berbagi kiat sukses Anda mengenai pola asuh?

Sumber: Parenting Allwomenstalk

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: