Tidak Diajarkan Pada Anak

Pelajaran yang Harusnya Tidak Diajarkan Pada Anak

Tidak Diajarkan Pada Anak

Sebagai orang tua, Anda adalah panutan. Tapi apa jenis pelajaran yang Anda contohkan? Kita semua memiliki kelemahan dan bahkan orang tua yang keren kadang-kadang bisa tidak menyadari pelajaran tertentu yang mereka ajarkan pada anak-anak mereka, melalui kata-kata dan tindakan sehari-hari. Pelajaran yang diambil anak dari Anda tidak hanya berupa kosakata saja, tetapi apa yang Anda lakukan pun akan menjadi suatu pelajaran baginya. Jad, perhatikan bahwa ada pelajaran yang sebaiknya tidak diajarkan pada anak.

  • Tidak menghormati tubuh sendiri

Apakah Anda memiliki kebiasaan untuk makan secara berlebihan atau malah sebaliknya dengan melakukan diet gila-gilaan? Minum terlalu banyak alkohol? Ini sama saja dengan memberi pelaharan bahwa Anda tidak menghormati tubuh sendiri. Tentu saja, anak Anda belajar bagaimana menghargai tubuhnya dengan melihat diri Anda. Apa jenis contoh yang ingin Anda perlihatkan pada mereka?

  • Menghabiskan waktu bermain gadget/perangkat elektronik

Apakah Anda tidur dengan smartphone Anda yang secara praktis terselip di bawah bantal Anda? Mengirim email melalui iPad ketika pasangan Anda bercerita di meja makan? Jika demikian, maka Anda mengajarkan pada anak-anak bahwa keterlibatan dengan sebuah layar elektronik lebih penting daripada berbagi waktu yang berkualitas dengan satu sama lain.

Banyak niat baik orang tua ditunjukkan dengan menyuap anak-anak mereka dengan makanan. Sangat menggoda untuk menawarkan makanan kecil sebagai hadiah untuk perilaku yang baik. Ini cara yang mudah dan cepat untuk membuat anak-anak mau bekerjasama, setidaknya, untuk sementara waktu. Tapi ini bisa jadi pelajaran yang berbahaya, yang dapat menghasilkan satu pola makan yang tidak sehat yang sulit untuk diubah nantinya ketika mereka tumbuh sebagai orang dewasa.

  • Tidak apa-apa berbuat curang, selama tidak ketahuan

Berikut ini adalah contoh: “Ups, pelayan lupa untuk memberi bon makan kita. Tebak, kita mendapatkan makan malam gratis, malam ini! Ayo, mari kita pergi. Cepat! “

Jika Anda mengajarkan kepada anak bahwa bersikap curang itu tidak apa-apa (selama Anda tidak ketahuan) yang Anda lakukan pada anak Anda sangat merugikan. Anak jauh lebih mungkin untuk berbuat curang pada tes, melanggar hukum, atau tidak setia dengan pasangan mereka di kemudian hari karena Anda sudah mengajarkan mereka bahwa tidak ada konsekuensi, selama Anda menutupi kecurangan Anda.

  • Tidak apa-apa melanggar janji

Apakah Anda memberitahu orang-orang bahwa Anda akan menelepon mereka dan kemudian Anda tidak melakukannya? Apakah Anda mengatakan bahwa Anda akan menyelesaikan sesuatu dalam kurun waktu tertentu, dan kemudian melanggarnya? Ketika Anda secara konsisten melanggar janji Anda, Anda mengajarkan pada anak bahwa integritas dan kehandalan tidaklah penting

  • Kebutuhan dan keinginan orang lain lebih penting daripada Anda sendiri

Apakah Anda menahan diri dalam berbagi mengenai siapa diri Anda sebenarnya? Apakah Anda tetap diam, bukannya meminta apa yang Anda inginkan? Ini alami untuk ingin disukai dan diterima. Tapi ketika Anda tidak mengikuti kata hati, Anda mengirim pesan kepada anak Anda apa yang benar-benar Anda inginkan itu tidak penting. Ketika ini mengenai kebahagiaan masa depan dan kepuasan anak Anda, itulah salah satu pelajaran paling berbahaya.

Jika Anda membaca ini dan merasa bersalah karena Anda telah melakukan hal-hal yang tidak seharusnya Anda ajarkan, jangan menyalahkan diri sendiri. Sebaliknya, buat komitmen untuk menjadi lebih sadar tentang bagaimana Anda berperilaku, dan ingat apa saja perubahan penting yang perlu Anda buat. Anak Anda belajar dari Anda, setiap hari. Dari kata-kata dan tindakan Anda. Dari kehadiran dan tidak adanya Anda. Dari cara Anda memperlakukan diri sendiri dan orang lain.

Sumber: MindBodyGreen

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Please follow and like us:
20
Tagged , , , . Bookmark the permalink.