Tuntutan Hukum Paling Konyol

Tuntutan Hukum Paling Konyol Di Tahun 2013

Tuntutan hukum paling konyol di tahun 2013 ini dilansir oleh Businessinsider yang diidentifikasikan oleh Institute of Legal Reform, sebuah divisi dari US Chamber of Commerce yang dipilih berdasarkan voting pada FacesOfLawsuitAbuse.org. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Tuntutan Hukum paling Konyol

  • Narapidana di Idaho menyalahkan adanya kejahatan karena perusahaan alkohol.

Sekelompok 5 orang narapidana di Kuna,Idaho menggugat kelompok perusahaan alkohol karena gagal memperingatkan mereka akan bahaya dan dampak alkohol. “Saya telah menghabiskan banyak waktu di penjara karena situasi yang telah muncul karena orang-orang yang sedang mabuk, atau karena situasi dalam alkohol yang memainkan peran utama,” berdasarkan salah satu tulisan dari narapidana. Yang lainnya mengklaim bahwa mereka tidak akan pernah untuk minum bila mereka tau tentang sifat adiktif dari alkohol. Tuntutan ini diajukan tidak didampingi oleh pengacara; para tahanan menyusunnya sendiri.

  • Guru Ohio mengklaim takut anak-anak dalam gugatannya terhadap distrik wilayah.

Maria C. Waltherr-Willard, 61 tahun, mengajarkan bahasa Spanyol dan Prancis di distrik sekolah Mariemont. Namun, ia mengaku mengalami stres, kecemasan, sakit di dada, muntah-muntah, mimpi buruk, dan tekanan darah tinggi ketika ia menghabiskan waktu berada di sekitar anak-anak muda. Gejala yang dialami yang dia sebut “pedophobia”, menurut Fox News. Maria kemudian menggugat distrik wilayah untuk diskriminasi karena memindahtugaskan dirinya dari sekolah tinggi ke sekolah menengah. Pada Januari 2013, hakim federal membubarkan 3 tuntutannya dari total 6 tuntutan.

  • Sekolah New Jersey mengeluarkan mahasiswa dari tim atletik karena banyaknya absensi, dan ayahnya menggugat dengan tuntutan senilai $40 juta.

Dilansir dari Yahoo! Sports, Ayah dari mahasiswa tersebut mengklaim bahwa karena adanya kematian keluarga dan cedera pada kaki anaknya yang menyebabkan banyaknya absensi; dan juga anaknya sempat mengalami bullying sebelum dikeluarkan dari tim. Tuntutan juga menyatakan bahwa si pelatih memilih senior yang lain dibandingkan anaknya karena didasarkan pada perbedaan ras; padahal anaknya bisa lari lebih cepat.

  • Seorang wanita West Virginia menggugat atas “cedera permanen” tapiia masih bisa mengikuti

Kurang dari enam bulan setelah kecelakaan mobil yang dialami Erica Tamburin kemudian ia sempat mengikuti lari marathon dan menempuh separuh jarak dari panjang lintasan marathon di tahun 2010. Dia selesai 50 dari 173, menurut catatan West Virginia. Tuntutan kemudian diajukan pada Cabela’s, pemilik tempat parkir tempat kecelakaan berlangsung; pada tuntutan tersebut ia mengklaim bahwa ia menderita cedera parah. Tamburin juga mendaftarkan putrinya, yang diduga kehilangan kemampuan untuk melayani ibunya.

  • Dua orang laki-laki di New Jersey menggugat Subway karena ukuran sandwich “footlong” pende

Awal tahun ini warga Negara Australia, Matt Corby mengukur panjang Subway sandwichnya. Pada iklan Subway, tertulis panjang “footlong” adalah 11 inci. Tentu iklan ini tertulis dengan jelas di berbagai media. Dua laki-laki New Jersey kemudian menggugat perusahaan karena  “footlong” sub sandwich mereka dinilai terlalu pendek dibandingkan iklannya. “Kasus ini menuntut agar perusahaan memberikan apa yang telah mereka janjikan,” ujar pengacara Stephen DeNittis pada the New York Post. Kasus ini telah ditransfer ke Pengadilan Federal atas permintaan terdakwa.

  • Pria di New York menggugat orangtuanya karena “ketidakpedulian” pada masalahnya.

Tunawisma Bernard Bey 32 tahun, penduduk Brooklyn menggugat orang tuanya karena mereka menolak untuk memberinya $200.000 untuk membuka dua Domino’s pizza waralaba, dilaporkan oleh New York Daily News. Dalam tuntutannya menyatakan bahwa tindakan orang tua Bey selama bertahun-tahun telah menyebabkan luka mendalam yang tidak kunjung sembuh sendiri; mereka “tidak peduli pada masalah anaknya, hubungan, kemiskinan, status dan hidupnya”.

  • Mahasiswa yang menerima bebas biaya tuition menggugat sekolah Pennsylvania atas nilai yang diterimanya.

Megan Thode, seorang mahasiswa di Universitas Lehigh, menggugat sekolahnya karena nilainya C+. Thode mengajukan gugatan perdata senilai $1,3 juta atas pelanggaran kontrak dan diskriminasi. Uniknya, ia bisa belajar di Universitas secara gratis karena ayahnya adalah seorang profesor. Hakim menolak tuntutan ini pada Februari 2013, dilaporkan oleh the Associated Press.

  • Perampok terluka menggugat pemilik toko Arizona.

Scott LaFonte diduga mengambil barang dagangan tanpa membayar dari Mike Mini Mart sambil mengacungkan pisau, menurut Prescott, Ariz pada The Daily Courier. Pemilik toko, Michael Lewis mengambil pistol dan mengejar si perampok. Ketika LaFonte mendekatinya, Lewis menembakkan tembakan peringatan di udara dan karena si perampok terus mendekat ia kemudian menembak tiga kali, menurut laporan polisi. LaFonte kemudian mengajukan tuntutan pada Lewis pada tahun 2011, meminta kerugian tidak ditentukan, termasuk kehilangan upah dan biaya pengobatan.

Hmm..tuntutan yang tertera di atas mungkin ada yang membuat Anda menggeleng-gelengkan kepala ya. Walaupun tidak diketahui hasil dari tuntutan tersebut, tapi ternyata orang-orang tersebut berani mengajukan tuntutan pada hal-hal yang terkadang tidak terpikirkan untuk dituntut ya. What do you think?

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: