Wanita Yang Berperan Dalam Dunia Teknologi

7 Wanita Yang Berperan Dalam Dunia Teknologi

Apakah Anda memiliki apa yang dibutuhkan untuk mengubah cara kita menggunakan gadget? 7 wanita ini memiliki pengaruh yang cukup besar dalam dunia teknologi. Pastinya ini cukup mengejutkan ya, karena bila sebelumnya wanita jarang terlibat dalam teknologi apalagi berperan dalam perubahan dalam dunia teknologi, tapi saat ini di tahun ini InfoWorld melaporkan bahwa pada tahun 2013 ini sebagian besar karyawan yang banyak direkrut di sektor teknologi adalah perempuan. Dilansir dari sheknows, 7 wanita yang berperan dalam dunia teknologi saat ini pun membuat adanya perubahan terhadap cara Anda menggunakan teknologi. Siapa sajakah mereka? Inilah 7 wanita yang menginspirasi di bidangnya.

Wanita yang Berperan dalam Dunia Teknologi

  • Marissa Mayer

Pasti nama Marissa Mayer saat ini sudah tidak asing lagi ya di dunia teknologi; dimana ia menjadi Presiden dan CEO di Yahoo. Bahkan di tahun 2013, ia menduduki peringkat ke 8 dari list Fortune sebagai wanita yang berpengaruh di Amerika. Padahal sebelumnya, Marissa Mayer menjadi 20 karyawan dan insinyur wanita pertama di Google yang kemudian karirnya menanjak dari insinyur menjadi desainer untuk manajer produk, dan pada akhirnya berada di posisi eksekutif. Menurut Huffingtonpost, Yahoo saat ini mengalahkan Google dari segi trafic.

  • Suzanne Russo

Bukankah akan mengagumkan jika Anda bisa membuka aplikasi pada smartphone Anda dan tahu persis berapa banyak konsumsi energi setiap perangkat elektronik di rumah Anda? Suzanne Russo berpikir begitu; Suzanne Russo adalah otak di Pecan Street Research Institute, di mana ia telah melengkapi 1000 sukarelawan rumah untuk memasang alat pemantau energi. Bila biasanya alat teknologi yang canggih memiliki harga yang mahal, tapi sepertinya aplikasi yang satu ini akan bisa terjangkau untuk orang-orang yang juga memiliki pendapatan yang dibawah rata-rata.

  • Padmasree Warrior

Padmasree Warrior lahir dan dibesarkan di India Selatan. Setelah mendapatkan gelar sarjana, Warrion mendapatkan gelar master di bidang teknik kimia dari Universitas Cornell. Karirnya dimulai di Motorola sebagai salah satu dari sedikit perempuan yang bekerja di Arizona. Hingga saat ini, ia sudah bekerja selama 23 tahun dan mengerjakan berbagai macam proyek, termasuk sebagai corporate VP dan chief teknologi di sektor produk semikonduktor. Saat ini CEO John Chambers telah menempatkan namanya sebagai salah satu orang yang menjadi penerusnya.

  • Selina Tobaccowala

Salah satu wanita Bloomberg TV, Selina Tobaccowala mendapat pekerjaannya sebagai leading creator sementara ia sedang hamil dengan anak pertamanya di tahun 2009. Perkembangan karir yang cepat dalam waktu hampir lima tahun, dan sekarang ia memimpin sebuah tim insinyur dalam menciptakan solusi online untuk masalah-masalah offline dengan fokus pada pengguna akhir. Selina Tobaccowala menguasai bahasa pemrograman dalam bahasa tingkat tinggi, seperti Pascal, sejak berusia 10 tahun. Dia memulai sebuah perusahaan, Evite, dari kamar asramanya saat ia di perguruan tinggi.

  • Sheryl Sandberg

COO dari Facebook Sheryl Sandberg telah bergabung dengan perusahaan sejak tahun 2007. Tujuannya di perusahaan adalah untuk membuat situs ini benar-benar keren dan membuatnya menjadi menguntungkan. Setelah menambahkan iklan dalam bentuk mobile ads newsfeed, perusahaan memperoleh kenaikan dalam keuntungan sebesar 18,4% yang mengesankan dari semua pendapatan iklan mobile.

  • Rashmi Sinha

Rashmi Sinha adalah cofounded dari SlideShare, metode online untuk berbagi file seperti Word, PowerPoint dan presentasi lain, yang kemudian dijual kepada jaringan profesional LinkedIn pada bulan April 2013 seharga $119 juta. Tapi yang mungkin membuat Anda takjub adalah Rashmi Sinha tidak memiliki latar belakang sebagai programmer. Ia memiliki gelar doctor di neuropsikologi dari Brown University. Fast company baru-baru ini memasukkan namanya sebagai salah satu dari 10 perempuan yang berpengaruh di Web 2.0.

  • Brit Morin

Brit Morin disebut “a millennial DIY-er with the digitized touch” oleh The New York Times. Walau belum berusia 30, tapi ia sudah memiliki website yang menyediakan berbagai items yang dilengkapi dengan petunjuk untuk membuatnya sendiri (Do it Yourself). Perusahaannya, Brit.co, didedikasikan untuk membuat segala sesuatu DIY tersedia secara online.

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: