Yang Dirasakan Pria Saat Jadi Ayah

Yang Dirasakan Pria Saat Jadi Ayah, Apakah Ayah Juga Mengalami Depresi Pasca Melahirkan?

Telah lama diyakini bahwa seorang ibu baru menderita depresi pasca melahirkan karena mereka tidak dapat mengatasi perubahan mendadak dengan adanya bayi ke dalam hidupnya, secara emosional, fisik dan finansial. Seorang bayi benar-benar dapat mengubah hidup Anda dan jika Anda tidak memiliki sistem pendukung yang tepat seperti keluarga atau orang tua untuk membimbing Anda dan mengurus bayi yang baru lahir, akan ada banyak hal yang bisa membuat depresi. Tapi studi baru-baru ini menunjukkan orang-orang yang menderita depresi setelah melahirkan biasanya mengalami shock karena mereka tidak tahu bagaimana cara untuk menghadapinya. Meskipun banyak yang mengabaikannya, pada kenyataannya, pria juga menderita depresi pasca istri melahirkan. Berikut adalah beberapa gejala depresi pasca melahirkan pada ayah; yang dirasakan pria saat jadi ayah.

Yang Dirasakan Pria saat Jadi Ayah

1. Gaya hidup yang kacau balau

Beberapa bulan pertama dengan seorang bayi baru di rumah bisa jadi sangat kacau. Seorang ayah akan segera mengetahui bahwa tidak ada yang berjalan sesuai rencana atau sesuai dengan rutinitas; ia harus terus-menerus membuat perubahan dan mengakomodasi kebutuhan bayi dalam hidupnya. Seiring berkembangnya zaman, ayah menjadi lebih terlibat dalam mengasuh bayi. Dan karena ini adalah suatu hal yang berbeda dari peran pria sebelumnya, mereka benar-benar tidak memiliki petunjuk dan merasa depresi untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan.

2. Sulit tidur

Hal ini sangat mungkin terjadi pada ibu baru untuk tetap terjaga sepanjang hari dan malam. Hal ini juga tidak mudah baginya untuk mengubah kebiasaan tidurnya dengan adanya bayi. Seorang ayah baru juga bangun di malam hari ketika bayi menangis dan ini menyebabkan insomnia. Kurang tidur dan terus-menerus khawatir tentang kesehatan bayi memaksanya masuk ke dalam depresi.

3. Kekhawatiran dalam hal finansial

Meskipun banyak orang merencanakan banyak hal secara finansial sebelum mereka punya bayi, beberapa tidak dan ini dapat menyebabkan mereka menjadi berperilaku depresif. Seorang bayi membutuhkan banyak biaya. Kunjungan ke rumah sakit, pakaian, popok dan makanan bayi saja bisa memakan potongan yang cukup besar dari penghasilan ayah selama sebulan. Melakukan pengeluaran tanpa berhemat dan perasaan bersalah ketika tidak mampu membeli beberapa barang untuk kebutuhan bayi adalah yang bisa membuat pria merasa depresi pasca istri melahirkan.

4. Ketidakmampuan untuk menangani kehilangan perhatian dan kasih sayang

Banyak pria yang juga tidak bisa menghadapi penurunan mendadak akan kasih sayang dan perhatian dari istri mereka. Bayi memakan sebagian besar waktu perhatian dari ibu baru dan orang-orang tidak dapat menangani diabaikan kebutuhannya oleh istri mereka. Ketidakmampuan mengatasi hal ini dan perasaan yang datang tiba-tiba karena kehilangan kedekatan secara emosional dan fisik dengan istri juga bisa menghasilkan depresi.

Meskipun wanita bekerja dan menghasilkan penghasilan yang lebih dari cukup, peran mereka secara tradisional masih lebih diutamakan daripada laki-laki ketika mereka sudah berkeluarga. Dan kebenarannya adalah bahwa banyak pria tidak bisa menangani hal ini dan akhirnya merasa tertekan dengan kekhawatiran konstan akan rasa tanggung jawabnya pada keluarga, karena nilai sosial yang masih terus berjalan mengenai pria yang harus bisa bertanggung jawab sebagai suami dan ayah dalam keluarga.

Sumber: Magforwomen

Semoga informasi ini berguna. “Share if you think its great information & Like our FB Page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: